Rabu, 24 Februari 2016

Apa kata Allah SWT ???

Hamba bertanya, Tuhan menjawab !!



Hamba  : Kenapa saya selalu diuji ?
Allah     : (2). Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ? (3). Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (QS.Al-ankabut: 2-3).

Hamba : Kenapa saya tidak mendapatkan apa yang aku damba-dambakan ?
Allah    : Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-baqarah : 216)

Hamba : Kenapa ujian seberat ini ?
Allah    : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS.Al-baqarah : 286)

Hamba : aku frustasi . . . -_-
Allah    : Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman . (QS. Al- imran : 139)

Hamba : Bagaimana saya harus menghadapi ini semua ?
Allah    : Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung. (QS. Al- imran : 200).

Hamba : Bagaimana yaa Allaah, saya harus menghadapinya ???
Allah    : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. (QS. Al-baqarah : 45) 

Hamba : Apa yang tlah aku dapat dari semua ini ?
Allah    : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. (QS. At-taubah : 111)

Hamba : Kepada siapa saya harus berharap ?
Allah    : Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal  (QS. At-taubah : 129)

Hamba : saya tak tahan lagi yaa Allaah ...
Allah    : Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. Yusuf : 87)Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)[327]. Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS. An-nisaa’   : 86)



Allah memang Maha segalanya, maka Syukurilah segala nikmat yang telah Dia berikan pada kita karena Dia tak kan sia-sia dalam menciptakan kita di muka bumi ini. 


[327]. Penghormatan dalam Islam ialah: dengan mengucapkan Assalamu'alaikum.

Bagaimana cara kita bersyukur pada Allah ?




Menurut hadis riwayat Baihaqi dalam buku Hadits kelas 12 MA Program Keagamaan sebagaimana berikut yang artinya :
Dari Ali bin Abi Thalib R.A. berkata bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mendapat nikmat maka hendaklah membaca alhamdulillah, barangsiapa yang diperlambat rizkinya maka hendaklah membaca Astaghfirullah, dan barangsiapa yang tertimpa suatu bencana maka hendaklah membaca laa haula walaa quwwata illaa billaah”.
Dari situ, penulis memahami bahwasannya dalam bersyukur itu sebenarnya tidak cukup hanya dengan ucapan memuji Allah, namun perlu pengaplikasian sebagai bentuk nyata dari bersyukur kita terhadap pemberianNya yakni dengan cara berbagi dengan sesama umat manusia lainnya. Karena bentuk pemberiannya tidak hanya sekedar materi saja, namun ada pemberian immateri juga seperti, waktu/kesempatan hidup di dunia, kesehatan, ketentraman,kenyamanan, dan lain sebagainya. Nah,  akhirnya kita perlu memahami bahwa ada hadis juga yang berisi nasihat yang mana hadis tersebut memaparkan bahwasannya kita dianjurkan bahkan diwajibkan untuk senantiasa menggunakan 5 kesempatan sebelum datangnya 5 kesempatan tersebut, diantaranya :
1.       Masa muda sebelum masa tua
2.       Masa sehat sebelum masa sakit
3.       Masa kaya sebelum masa miskin
4.       Masa luang sebelum masa sibuk
5.       Masa hidup sebelum masa mati
Nah, sekarang coba tanyakan pada diri pembaca “sudahkah saya mengamalkan hadis itu?”. Dari pertanyaan tersebut akan muncul pertanyaan lagi yaitu ; “jika sudah, apakah benar pengamalannya? Apakah sudah sesuai dengan maksud Allah dalam memberi nikmat-nikmat yang luar biasa itu?” , “jika belum, kenapa ? apakah karena ada faktor kepribadian malas pada diri yang akhirnya tidak mengamalkannya ? ataukah karena kurang paham bagaimana cara mengamalkannya dan tidak mau berusaha untuk mencari pemahaman tersebut sehingga tetap tidak bisa mengetahui dan memahami bagaimana cara mengamalkannya? Ataukah ada faktor lain lagi yang bisa menyebabkan diri tidak mengamalkannya?”. Nah, terlepas sudah paham atau belum,penulis ingin sharing soal tersebut dan bagi yang pengen tau silahkan baca penjelasan lebih lanjut, barangkali bisa dijadikan referensi dalam mencari kebenaran.
Menurut penulis, sebelum memahami bagaimana cara mengamalkan nasihat dari hadis tersebut, kita harus memahami dulu apa tujuan Allah menciptakan kita di bumi Allah sehingga kita bisa mudah untuk mengetaui bagaimana pengamalan yang sekiranya tepat untuk kita jalankan. Berikut adalah ayat-ayat Allah yang memaparkan mengenai tugas manusia diciptakan di bumiNya :
  • Q.S. 2:21 menjelaskan bahwa manusia diciptakan di dunia untuk menyembah padaNya.
  • Q.S. 2:30 menjelaskan bahwa manusia diciptakan di dunia untuk menjadi khalifah.
  •  QS. 2:138 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk mengimaniNya tanpa terbesit kemusyrikan.
  • QS. 6:165 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa-penguasa di muka bumi.
  • QS. 7: 129 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk khalifah di bumi Allah.
  •   QS. 11:7 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk taat dan patuh pada-Nya dengan cara berusaha dan beramal sholeh.
  • QS. 11:61 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk penguasa dan pemakmur dunia.
  • QS. 22:41 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
  • QS. 23:115 menjelaskan bahwa manusia diciptakan bukanlah dengan percuma .
  • QS. 24:55 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk berkuasa(pemimpin umat) di muka bumi.
  • QS. 27:62 menjelaskan bahwa manusia diciptakan untuk khalifah di bumi.
  • QS. 28:5 ; QS. 35:39 ;QS. 43:60 ; QS. 67:2 ; QS. 90:4 dst yang intinya sama – sama membahas tugas manusia diciptakan di bumi.

Dari sini bisa disimpulkan bahwasannya tugas manusia/misi utama penciptaan manusia di muka bumi ini adalah untuk taat dan patuh pada-Nya dengan cara menjadi khalifah fil ardh (pemimpin di muka bumi). Nah, caranya memanfaatkan 5 perkara (Masa muda sebelum masa tua; Masa sehat sebelum masa sakit; Masa kaya sebelum masa miskin; Masa luang sebelum masa sibuk; Masa hidup sebelum masa mati) yaitu dengan menjalankan sunnatullah2/jalan2 untuk memenuhi perintah-Nya. Contohnya, kita sekarang posisinya sedang menempuh pendidikan untuk menunjang karier misalkan .. nah, akhirnya bentuknya adalah dengan bersungguh2 belajarnya, menjaga kesehatan, menabung/ tidak hidup yang mewah2 artinya uang dikeluarkan bila memang bener2 ada keperluan untuk memenuhi biaya pendidikan dan biaya hidup .. namun, biaya hidup pun juga jangan yang berlebihan, menggunakan waktu luang untuk mengikuti/melaksanakan aktivitas2 yang menunjang karier, menggunakan hidupnya bukan untuk main2 di dunia belaka namun hidup dan matinya hanya digunakan untuk-Nya sebagaimana yang telah disebutkan di dalam firman-Nya diatas seperti untuk melaksanakan ibadah spiritual untuk mengembalikan misi penciptaan manusia di muka bumi .
Jadi, menurut penulis seperti itu teman – teman. Bila ada yang mau nambahi utawi nyanggah geh monggo .. ^_^

Selasa, 02 Februari 2016

Bagaimana pemimpin yang ideal untuk kita ?



Menurut hadis riwayat Muslim dalam buku Hadits kelas 12 MA Program Keagamaan sebagaimana berikut yang artinya :
Dari Auf bin Malik R.A. berkata, Rosulullah bersabda : “ Sebaik-baik kamu sekalian adalah mereka yang kamu cintai dan mereka mencintaimu, kamu sekalian mendo’akan mereka dan mereka mendo’akan kamu sekalian. Sejelek-jelek pimpinan kamu sekalian adalah mereka yang kamu benci dan mereka membenci kamu sekalian, kamu sekalian melaknati mereka dan mereka melaknati kamu sekalian”. Sahabat berkata : “ Wahai Rasulullah apakah tidak kami lemparkan saja mereka dengan pedang pad saat itu ?” Rasul menjawab : “Jangan. Selama mereka mendirikan sholat bersama kamu sekalian, bukankah orang yang dipimpin oleh pimpinan dan melihat pimpinan tersebut durhaka kepada Allah maka bencilah kedurhakaannya kepada Allah dan jangan mencabut tangan dari ketaatan (terhadap mereka).
Dijelaskan bahwasannya kriteria pimpinan yang baik adalah

  • Orang yang mencintai rakyat yang dipimpinnya, yang akhirnya akan menjadikan ia mempunyai keinginan terwujudnya kemakmuran pada rakyatnya, dengan melakukan sunnatullah-sunnatullah yang ada. 
  •  Orang yang dicintai rakyatnya yang bukan karena materi yang ada pada diri pemimpin, namun karena sifatnya yang bisa menunjukkan bahwa dia adalah seorang pemimpin yang jujur,adil,dsb sebagaimana umat Rasulullah yang mencintai beliau karena sifatnya yang mulia.
  • Orang yang mengharapkan kebaikan rakyatnya yang akhirnya menjadikan dia itu lebih mendahulukan kepentingan rakyat/bersama daripada kepentingan golongan atau pribadi saja.
  • Orang yang diharapkan kebaikannya oleh rakyatnya yang akhirnya menjadikan rakyat ingin terus dipimpinnya.

Selain itu, hadis tersebut juga menjelaskan bahwa ketaatan pada pemimpin tetep dikatakan sah selama pemimpin tidak menganjurkan rakyatnya untuk durhaka pada Allah, sekalipun pemimpin itu dalam keadaan duhaka pada-Nya. Namun, bilamana ditemui ada seorang pemimpin yang durhaka pada Allah, yang harusnya kita lakukan adalah membenci perbuatannya bukan malah membenci orangnya dan membangkang terhadap kepemimpinannya.

Nah, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana menyikapi adanya kampanye di daerah kita yang mana di dalam kampanye tersebut terkandung unsur2 multipolitik yang akhirnya memunculkan potensi dimenangkan oleh orang2 yang gila jabatan, orang2 yang mengumbar janji palsu, orang2 yang ternyata kemampuan kepemimpinannya kurang,dls. Lantas apakah pemimpin hasil kampanye nanti bisa dikatakan sah ??? (mari kita diskusikan!! ^_^)

Menurut penulis begini, asumsinya negara kita adalah demokrasi. Sebelum memahami sah tidaknya pemimpin dari hasil kampanye, kita harus tau dulu apa itu kampanye dan apa tujuannya, kalo sebatas yang penulis ketahui, kampanye adalah salah satu alat/cara yang biasa digunakan oleh para calon pemimpin untuk memperkenalkan visi dan misi yang akan diwujudkan ke depannya tanpa menambahkan unsur yang mempengaruhi rakyat dengan cara tidak dibenarkan.
Jika kita lihat di sekitar kita, apakah begitu bentuk kampanye yang biasa dilakukan oleh calon pemimpin ? tidak. Akhirnya, kita harus memahami bahwa karena Indonesia termasuk negara demokrasi, yang mana biasanya cara yang dipakai untuk menentukan seorang pemimpin adalah dengan cara mengesahkan calon pemimpin yang mendapatkan suara terbanyak dari rakyatnya untuk menjadi pemimpin, akhirnya wajar jika ada pemimpin yang ternyata tidak sesuai dengan kriteria sebagaimana di atas tadi. Memang, bisa dibilang bahwasannya sistem pemilihan pemimpin tersebut seperti ketika kita sedang melakukan transaksasi jual beli dengan oranglain. Ibaratnya, calon pemimpin sebagai penjual yang menawarkan visi misinya dan rakyatnya adalah pembeli yang mencari pemimpin yang dermawan saat kampanye. 

Kalo menurut pembaca bagaimana ?? silahkan berkomentar !! ^_^

NB : jika pembaca menemui argumen/pendapat yg lebih kuat dalilnya, penulis sarankan pada pembaca untuk mengambil yang lebih kuat argumen yang ada dasar/dalilnya yang kuat pula.

Rabu, 13 Januari 2016

Puisi tentang penghargaan terhadap waktu

 Waktu
(Karya zulfa anharo)



Tik… tik… tik. 
Detik demi detik 
Menit demi menit 
Jam demi jam 
Begitu cepat melintas 
Melintas dalam hidup 
Bagai angin yang terhembus

Hari demi hari  
Siang, malam
Tak terasa silih berganti
Sampai-sampai
Tugas-tugas menumpuk
Menumpuk dan semakin menumpuk
Bak tumpukan-tumpukan tanah dalam bumi

Perlahan-lahan
Ku mencoba tuk
Berlari, berlari, dan berlari
Berlari tuk menghampiri
Menghampiri lembar demi lembar
Dalam tumpukan-tumpukan tugas
Tugas dan tugas dalam kehidupan

Waktu..
Ku tak ingin kau yang menaklukkan kehidupan
Kehidupan yang singkat
Singkat-sesingkat kedipan mata kala di dunia

Karna kutau
Ku takkan mampu
Tuntaskan semua tugas kehidupanku kala di dunia
Sebab ku pun ingin menyambut lembaran kehidupan baru nan abadi kelak

Daku tau
Andai ku takluk karnamu
Ku takkan mampu merajut
Semua harapan-harapan besar dalam hidupku
Kala didunia fana kala itu

Andai kau tau
Ku rela korbankan semua rasaku
Demi melawanmu  
Hingga kau takluk karenaku
Wahai waktu . . .


Nb : Hargai dari setiap detak jantung kita di tiap detiknya, manfaatkan itu untuk bisa lebih banyak berkontribusi membangun masyarakat yang diharapkanNya (dengan menggunakan waktu untuk kegiatan-kegiatan yang mengarah pada karier atau masa depan kita). Berikut tips untuk me-managemen waktu kita :